Spyware
Teknologi informasi dan media elektronika telah mengubah perilaku
masyarakat dan peradaban manusia secara global. Perpaduan antara media
elektronika dan teknologi informasi telah memacu percepatan globalisasi yang
mana dunia menjadi tanpa batas (borderless) dan menyebabkan perubahan sosial
yang secara signifikan berlangsung dengan cepat.
Teknologi informasi saat ini menjadi pedang bermata dua, karena selain
memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan, kemajuan peradaban
dunia, sekaligus menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum.1
Penggunaan komputer dengan telekomunikasi melahirkan suatu fenomena
yang mengubah konfigurasi model komunikasi konvensional (face to face),
dengan melahirkan kenyataan dalam dimensi ketiga. Jika dimensi pertama adalah
kenyataan keras dalam kehidupan empiris manusia (hard reality), demensi kedua
Teknologi
informasi dan media elektronika menjadi simbol pelopor yang akan
mengintegrasikan seluruh sistem dunia, baik dalam aspek sosial, budaya, ekonomi
dan keuangan. Dari sistem-sitem kecil lokal dan nasional, proses globalisasi
dalam tahun tahun terakhir bergerak cepat, bahkan terlalu cepat menuju suatu
sistem global. Dunia akan menjadi (global village) yang menyatu, saling
mengetahui dan terbuka, serta sangat bergantung satu sama lain.
1
Ahmad M. Ramli, Cyber Law Dan Haki Dalam Sistem Hukum Di Indonesia, (Bandung ;
PT Refika Aditama, 2004), hal. 1.
1
Universitas Sumatera Utaramerupakan kenyataan dalam kehidupan simbolik dan nilai-nilai yang dibentuk
(soft reality) maka dengan dimensi ketiga dikenal kenyataan maya (virtual rality)
yang melahirkan suatu format masyarakat lainnya.
Berkenaan dengan perkembangan teknologi, dewasa ini seperti kemajuan
dan perkembangan teknologi informasi melalui internet (Inter – Connection
Network), peradaban manusia dihadapkan pada fenomena baru yang mampu
mengubah hampir setiap aspek kehidupan manusia.
Pembangunan dibidang teknologi informasi (dengan segala aspek
pendukungnya) diharapkan akan membawa dampak positif bagi kehidupan
manusia, yang pada akhirnya akan bermuara pada terciptanya peningkatan
kesejahteraan umat manusia.Kemajuan dan perkembangan teknologi, khususnya
telekomunikasi, multimedia dan teknologi informasi (telematika) pada akhirnya
dapat merubah tatanan organisasi dan hubungan sosial kemasyarakatan.2
Kemajuan dibidang teknologi akan berjalan bersamaan dengan munculnya
perubahan-perubahan didalam masyrakat dapat mengenai nilai sosial, kaidah
kaidah sosial, pola-pola peri kelakuan, organisasi dan susunan lembaga
kemasyarakatan. Cicero mengatakan “ ubi societies ibi ius” dimana ada
masyarakat disitu ada hukum.
Hal ini tidak dapat dihindari, karena fleksibilitas dan kemampuan telematika dengan
cepat memasuki berbagai aspek kehidupan manusia. Berkaitan dengan adagium yang berbunyi “dimana
Universitas Sumatera Utaraada manusia, disitu ada kejahatan” mengingat kejahatan itu setua usia kehidupan
manusia, maka tingkat dan ragam kejahatan juga mengikuti realitas
perkembangan kehidupan manusia. Teori ini terbukti, bahwa semakin maju dan
modern kehidupan manusia, maka semakin maju dan modern pula jenis modus
operandi kejahatan yang terjadi ditengah masyarakat.
Realitas perkembangan kehidupan masyarakat disatu sisi memperlihatkan
potret yang sebenarnya, bahwa setiap tahapan perkembangan yang terjadi
ditengah perubahan sosial bisa diniscayakan diikutiu dengan berbagai kenyataan
lain yang kurang menyenangkan, sebab keadaan yang kurang menyenangkan ini
adalah berbentuk perilaku yang menyimpang (kejahatan).
Sulit diingkari bahwa didalam setiap perubahan, pastilah ada komunitas
yang gagal beradaptasi dengan transformasi yang terjadi. Kegagalan beradaptasi
ini merupakan cerminan dari pluralitas masyrakat yang memang diantara pelaku
sosial ini tidak selalu sama kapabilitas ekkonomi, moral dan psikkologinya.
Ada individu atau sekelompok orang yang bisa dengan mudah beradaptasi
dengan perubahan tersebut tanpa harus meninggalkan norma – norma yang
berlaku dan mengikatnya, tetapi ada juga individu atau komunitas yang gagal
menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
Dalam setiap perubahan pastilah melahirkan beragam sikap dan perilaku,
ada bentuk sikap yang menyetujui dan menikmati perubahan tersebut, ada yang
mengabsolutkannya, ada yang secara radikal menolaknya, yang lain berusaha
memilah antara yang baik dan yang buruk.
Universitas Sumatera UtaraTeknologi telah mengubah pola kehidupan manusia diberbagai bidang,
sehingga secara langsung telah mempengaruhi munculnya perbuatan hukum baru
dimasyarakat. Bentuk-bentuk perbuatan hukum itu perlu mendapat penyesuaian,
seperti melakukan harmonisasi terhadap beberapa perundang-undangan yang
sudah ada, mengganti jika tidak sesuai lagi dan membentuk ketentuan hukum
baru.
Hukum dibutuhkan oleh masyarakat untuk menjadi lawan utama dari
kejahatan atau hukum esensinya merupakan norma yang diidealkan menjadi
senjata dalam menghadapi kejahatan yang sedang terjadi dan berkembang dalam
masyarakat. Norma hukum hadir dalam kehidupan masyarakat sangat penting,
karena dimensi fungsinya yang bukan hanya mencegah tetapi juga menindak
perilaku asusila, merugikan sesama, dan membahayakan masa depan peradaban
manusia. Kejahatan dunia maya (cyber crime) merupakan salah satu bentuk
dimensi baru dari kejahatan masa kini yang mendapat perhatian yang sangat luas
Salah satu dampak yang paling besar disela-sela perubahan global itu
adalah munculnya kejahatan transnasional yang dapat melintasi batas-batas
yurisdiksi dari tiap negara, yang disebut dalam berbagai literatur buku di
Indonesia sebagai kejahatan mayantara (cyber space) atau dalam literatur lain
disebut (Cyber Crime), kejahatan dunia maya dapat disebut sebagai harga mahal
dari suatu perubahan masyarakat global yang tingkat perkembangannya melebihi
eksistensi hukum atau perkembangan hukum itu sendiri.

dari dunia internasional. Munculnya (cyber crime) merupakan suatu fenomena
yang memerlukan penanggulangan secara cepat dan akurat.
Penanganan dengan hukum pidana merupakan salah satu cara yang dapat
dipergunakan untuk mengatasi jenis kejahatan baru ini terutama dengan kebijakan
kriminalisasi yang tepat dengan memperhatikan segala aspek mulai dari
pertanggung-jawaban pidana, aspek yurisdiksi, pemidanaan sampai dengan
perbaikan terhadap ketentuan perundang-undangan yang sudah ada, dan
penyusunan undang-undang khusus mengenai tindak pidana (cyber crime).